Keluarga Histeris Warga Tolak Pemakaman Jenazah PDP Covid-19 di TPU Desa Salit Karo

anitamanua, 26 May 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

 

KARO - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, peribahasa ini sangat pas dialamatkan bagi keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe, Karo, Selasa (26/05/2020) sekira pukul 08:30 Wib.

Pasalnya, jenazah perempuan berinisial SUT (52) berasal dari Kota Medan ini ditolak ratusan warga saat akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Salit, Kecamatan Tigapanah sekira pukul 13:00 Wib.

Padahal, proses pemakaman mulai dari Rumah Sakit (RS) hingga ke TPU telah mengikuti protokoler kesehatan dari Gugus Tugas penanganan Covid-19 Karo. Itupun tetap ditolak warga, yang tak menginginkan jenazah dimakamkan di desa tersebut.

Akibat ditolak warga, keluarga jenazah PDP Covid-19 ini sempat histeris dan pingsan. "Kami hanya mengikuti arahan pemerintah daerah. Kalau mama saya harus dikubur disini. Tapi kenyataannya seperti ini, rasa kehilangan aja masih seperti mimpi," lirih salah seorang anak jenazah PDP Covid-19 kepada wartawan dilokasi TPU.

Dikatakannya, jika tahu dari awal jenazah orangtuanya akan ditolak dimakamkan di TPU Desa Salit.  Mendingan dari tadi sudah dibawa ke kampung untuk dimakamkan disana, karena warga di kampung pasti akan menerimanya.

"Saya Kasian dengan jenazah mamaku yang terlunta-lunta seperti ini. Mendingan dari tadi sudah kami bawa ke kampung agar bisa dikubur disana," sesalnya dengan mata berkaca-kaca.

Ditambahkannya, bila tetap ditolak warga, pihak keluarga telah sepakat akan membawa jenazah orangtuanya di Desa Sikeben, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Deliserdang.

"Baru seminggu ini, mama berkunjung ke Kabanjahe untuk menengok adik. Selama berada di rumah adikpun. Ia gak pernah keluar rumah. Memang almarhum sudah lama mengidap penyakit lambung dan gula basah," kisahnya.

Diceritakannya lagi, sebelum meninggal dunia. Orangtua perempuannya itu mengeluh sakit sesak dan asam lambung. Sehingga diantar oleh adiknya ke Rumah Sakit Swasta Efarina Etaham di Berastagi. 

"Karena tidak memiliki biaya untuk Rapid Test, akhirnya mama dirujuk ke RSUD Kabanjahe hingga menghembuskan nafas terakhirnya tadi pagi," tutupnya.  

Hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 ini akhirnya dibawa kembali oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menuju rumah sakit umum untuk dimakamkan di Medan. (Anita)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu